RSS

taksonomi KOlb

03 Okt

KOLB
David Kolb dikenal atas kontribusinya untuk berpikir sekitar perilaku organisasi. Dia memiliki suatu ketertarikan terhadap perubahan sifat individual dan sosial, pengalaman belajar, pengembangan karir dan pendidikan eksekutif dan profesional.

Experiental Learning Theory
Experiential Learninng Theory menjadi dasar model pembelajaran experiential learning yang menekankan pada sebuah model pembelajaran yang holistik dalam proses belajar. Pengalaman kemudian mempunyai peran sentral dalam proses belajar.

Gaya Belajar
“Gaya belajar model Kolb ialah gaya belajar yang melibatkan pengalaman baru siswa, mengembangkan observasi/merefleksi, menciptakan konsep, dan menggunakan teori untuk memecahkan masalah.” Ada dua aspek gaya belajar model Kolb di atas, terdapat dua aspek/dimensi, yaitu:
1) Pengalaman konkret pada suatu pihak dan konseptual abstrak pada pihak lain
2) eksperimentasi aktif pada suatu pihak dan observasi reflektif pada pihak lain.
David Kolb mengemukakan adanya empat kutub kecenderungan seseorang dalam proses belajar, kutub-kutub tersebut antara lain:

1. Kutub Perasaan / FEELING (Concrete experience)
adalah sebuah gaya belajar yang berbasis atas pengalaman nyata, lebih mementingkan relasi dengan sesama dan sensitivitas terhadap perasaan orang lain. Aktivitas-aktivitas yang dilakukan untuk membantu kutub ini seperti permainan tim, pemecahan masalah, diskusi, praktikal (misalnya debat)

2. Kutub Pengamatan / WATCHING (Reflective observation)
Watching adalah kelompok gaya belajar yang mampu melihat dan berfikir tentang pengalaman yang dialami dari berbagai sudut pandang. Dalam proses belajar, anak akan menggunakan pikiran dan perasaannya untuk membentuk opini/pendapat.
Aktivitas-aktivitas yang dilakukan untuk membantu kutub ini seperti observasi, menulis laporan singkat tentang apa yang terjadi, memberi umpan balik kepada peserta lain dan berpikir tenang.

3. Kutub Pemikiran / THINKING (Abstract conceptualisation)
Thinking adalah sebutan untuk gaya belajar yang dengan sadar mengelola teori-teori yang logis dengan mengintegrasikan hal-hal yang diamati. Aktivitas-aktivitas yang dapat dilakukan untuk membantu kutub ini seperti memberikan fakta-fakta.

4. Kutub Tindakan / DOING (Active experimentation)
Orang-orang akan belajar dan memasukkan data ke otaknya dengan mencoba semua teori-teori yang ada. Anak belajar melalui tindakan, cenderung kuat dalam segi kemampuan melaksanakan tugas, berani mengambil resiko, dan mempengaruhi orang lain lewat perbuatannya. Aktivitas-aktivitas yang dapat dilakukan untuk membantu kutub ini seperti memberi pelajar waktu untuk merencanakan, menggunakan studi kasus dan meminta peserta didik untuk menggunakan masalah nyata.

Dari keempat kelompok diatas akan menciptakan empat pola dasar cara belajar:

1. Gaya belajar dreamer (diverger)
Orang-orang dengan gaya belajar ini cenderung terbuka terhadap pengalaman baru. Lalu mereka akan mampu berfikir dan menganalisa atas pengalaman tersebut.
Kelebihan orang dalam gaya belajar tipe pemimpi ini adalah mampu mencari informasi-informasi di balik sebuah berita. Mereka mampu mengenali dan membedakan permasalahan-permasalahan yang muncul, namun mereka juga memiliki kekurangan yaitu cenderung kurang aktif tetapi banyak memiliki ide. Mereka adalah tipe pengharap. Keadaan tersebut membuat mereka tidak sanggup melihat dengan arif dan detail jika permasalahan yang dihadapi terlalu banyak.

2. Thinker (assimilitor)
Para pemikir ini akan memikirkan segala permasalahan dan tatanan yang terstruktur. Mereka mampu membentuk teori-teori berdasarkan analisa mereka atas permasalahan tersebut. Kata kunci yang mudah diterapkan kepada tipe pemikir ini adalah segala alasan yang logis dan gaya berfikir rasional karena mereka terletak di antara kelompok reflective observation dan abstract conceptualisation.

3. Decision-maker (converger)
Gaya ini terletak di antara model pemahaman abstract conceptualisation dan active experimentation. Mereka yang berada dalam kelompok ini sangat senang mengaplikasikan ide-idenya secara praktis. Mereka cenderung mampu bereaksi secara cepat dan lebih senang berhubungan langsung dengan orang lain. Mereka sangat senang jika berada dalam situasi yang jelas dan tidak mengambang.

4. Doer (accomodator)
Orang-orang dengan gaya ini mencari makna dalam pengalaman belajar dan mempertimbangkan apa yang bisa mereka lakukan, serta apa yang orang lain telah dilakukan sebelumnya. Mereka mendasari kesimpulannya atas pengalaman yang kongkrit dan percobaan yang aktif. Mereka mengandalkan informasi dari pihak lain dan mereka sangat aktif dan secara konstan mencari tantangan-tantangan baru.

Menurut Kolb, belajar merupakan suatu perkembangan yang melalui tiga fase yaitu:
1. pengumpulan pengetahuan (acquisition)
2. pemusatan perhatian pada bidang tertentu (specialization)
3. menaruh minat pada bidang yang kurang diminati sehingga muncul minat dan tujuan hidup baru.
walaupun pada tahap awal individu lebih dominan pada gaya belajar tertentu, namun pada proses perkembangannya diharapkan mereka dapat mengintegrasikan semua kategori belajar.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Oktober 3, 2011 in Uncategorized

 

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: